Teruntuk Kamu

Mungkin aku lupa bagaimana caranya jatuh cinta. lupa bahagia karenanya, lupa berduka karenanya tapi ketahuilah, benih-benih itu mulai tumbuh kembali dengan kedatangan mu,

Telah ku bersihkan semua yang berserakan di ruangan yang aku dan beberapa lainnya sepakat menyebutnya hati.
Merapikan segala tentang cinta yang ditinggalkan penghuninya terdahulu. Menyiapkan ruangan yang aku berharap akan menjadi nyaman ketika kau tinggal. Ruangan bertuliskan namamu agar tak ada yang lancang untuk berada disana
dan berbagi ruangan itu dengan mu. Namun tak usah kau cari namamu di pintu depannya kau tak akan menemukannya karena aku tidak ingin dunia tahu tempat ini milik mu, aku tak ingin dunia cemburu dengan mu.

Aku akan memberitahukan mu sesuatu, sebelum semua terlambat, sebelum aku atau kamu terlanjur nyaman berada di ruangan kita masing-masing.
aku mau meminta mu memperbaiki “kotak tertawa” mu karena mungkin dengan berada diruanganku kau akan lebih banyak mempergunakannya.
dan jangan terlalu percaya diri ketika aku akan lebih banyak bercinta dengan Tuhan, itu bukan karena mu.
itu karena aku semakin percaya kehebatannya mencipta.

Jika beban yang ada di pundak mu terlalu berat berucap lah. kini pundak ku milikmu, pergunakanlah.
aku akan sangat bahagia berbagi beban denganmu, atau bahkan menghadiahi mu “hari daypack sedunia”.
jangan ragu berbagi dengan ku karena kelak aku juga akan menghadiahi mu dengan sikap ku yang merepotkan.
percayalah, cinta yang sehat itu cinta yang saling menguatkan.

dan terakhir untuk mu,
izinkan aku menjadikanmu sebagai tempat ku berbagi kebahagiaan.
izinkan aku menjadikamu penguatku yang terlalu lemah menghadapi dunia sendirian.
dan izinkan aku menjadikan kita sebuah rahasia. dimana dunia akan bertanya-tanya, kenapa kita begitu bahagia ?

Baca Juga  Menjadi Pejalan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *