Penyakit di Gunung atau Mountain Sickness

Bukan hanya hipotermia penyakit-penyakit ini juga sering jadi kendala yang dikhawatirkan para pendaki saat menjejakkan kakinya di gunung.

A THREAD

baiklah kali ini aku mau coba share tentang penyakit-penyakit di gunung atau mountain sickness yang sering jadi kendala para pendaki saat menjejakkan kakinya di gunung.

Mountain Sickness biasanya hadir dan menyerang saat kita sedang berada di ketinggian seperti saat mendaki gunung. Tak sedikit dari pendaki yang harus meregang nyawa karena serangannya.

Berikut ini aku coba share beberapa gejala dan cara penanganan penyakit gunung yang pernah aku pelajari dari pengalaman ku selama melakukan pendakian:

Heat Stroke
penyakit yang satu ini biasanya terjadi saat seseorang terpapar panas matahari dalam waktu yang sangat lama, suhu panas membuat tubuh mengalami dehidrasi berkepanjangan. Dehidrasi parah itu membuat tubuh kekurangan cairan, termasuk pula kekeringan pada otak. Jika tidak segera ditangai resikonya sangat fatal karena bisa menyebabkan kerusakan yang permanen bahkan kematian.

Gejala :

  • Demam tinggi mencapai 40°C
  • Sakit kepala
  • Kulit memerah dan mengering
  • Tidak berkeringat walau suhu tubuh sedang tinggi
  • Kelemahan otot dan kram
  • Korban bisa mengalami disorientasi dan bisa mengalami penurunan kesadaran bahkan kejang-kejang

Cara penanganan :

  • Pindahkan korba ketempat yang lebih sejuk
  • Buka baju bagian luar
  • Kompres dingin seluruh tubuh terutama di bagian leher, ketiak, dan selangkangan. Bagian-bagian tubuh tersebut merupakan titik panas yang harus segera diturunkan suhunya.
  • Berikan minum air putih yang banyak
  • Rawat korban hingga demamnya turun jika demam tak juga turun segera bawa turun untuk mendapat perawatan medis lebih lanjut.

Acute Mountain Sickness (AMS)
penyakit ini biasanya terjadi di ketinggian 3.000 – 4.000 mdpl. Penyebabnya karena kurangnya penyesuaian atau adaptasi terhadap suatu lingkungan baru (Aklimatisasi)

Gejala :

  • jantung berdenyut lebih cepat
  • sakit kepala
  • mual
  • kehilangan nafsu makan
  • sesak nafas
  • hingga gangguan tidur.
Baca Juga  Posisi yang Perlu Kamu Ketahui Sebelum Mendaki Gunung

Cara penanganan :

  • pemberian obat seperti parasetamol dan aspirin dapat meredakan gejala-gejala yang tidak terlalu parah.
  • berikan istirahat yang cukup pada umumnya gejala ini akan hilang dengan sendirinya setelah beristirahat.
  • turunkan korban dari ketinggian tersebut

Hipotermia
suatu kondisi dimana tubuh kesulitan menghasilkan panas karena tekanan udara dingin dan disertai menurunnya suhu inti tubuh dibawah 35°C.
penyebabnya bisa dikarenakan Suhu dingin yang ekstrim, mengenakan pakaian basah di kawasan yang berangin dan dingin, kurangnya makanan berkalori tinggi.

Gejala hipotermia bisa dilihat dari suhu tubuh :

  • 35 °C – 32 °C : tubuh akan mengeluarkan reaksi gemetar, kulit dingin dan pucat, napas yang memburu, kelelahan, kebingungan, dan meracau.
  • di bawah 32 °C : tubuh berhenti menggigil, tak merasa kedinginan malah kepanasan. Lalu, ia akan terkena halusinasi dan kehilangan kesadaran.

cara penanganan :

  • Pindahkan korban ke tempat yang lebih hangat.
  • Jangan biarkan korban tidur atau kehilangan kesadaran.
  • Periksa pakaiannya, jika basah, gantilah dengan baju yang kering.
  • Berilah minuman hangat non alkohol dan makanan yang mengandung kalori cepat bakar, seperti cokelat lakukan dengan hati-hati untuk menghindari tersedak.
  • Masukkanlah korban ke sleeping bag yang sudah di hangatkan terlebih dahulu atau bisa ditambahkan dengan aluminum foil blanket untuk merefleksikan panas.
  • kamu juga bisa memanfaatkan panas tubuh orang sehat, caranya dengan tidur berdampingan di dalam satu kantong tidur. Jika memungkinkan untuk diisi oleh 2 orang sekaligus masuk lalu posisikan korban ditengah.
  • jika korban sadar dan kondisinya sudah sedikit membaik kamu bisa mendekatkan tubuh korban dengan sumber panas seperti perapian atau lampu pemanas tapi tetap jaga korban agar tidak menyambar perapian.

Sekian thread-nya jika ada koreksi, tambahan atau pertanyaan kolom replay terbuka lebar untuk berdiskusi
semoga bermanfaat dam Salam Lestari

One Comment on “Penyakit di Gunung atau Mountain Sickness”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *