Menggapai Mimpi Dari Jogja

Tinggal di Jogja yang makin hari makin terasa riuh
memang selalu menyajikan ceritanya tersendiri.
yang paling sering ku rasakan adalah soal
kesementaraan dari romantisnya hubungan dengan
kota ini. bukan karena tidak nyaman beberapa sahabatku
merasakan stuck disini. Seakan terjebak akan kenyamanan
yang perlahan mematikan rasa.

Aku tidak tahu sebermula dari mana jogja dijadikan
kambing hitam oleh rasa tidak bisa kemana-mana jika
tetap tinggal disini setelah lulus kuliah.
Mereka yang memilih untuk tinggal dan bertahan
di kota ini ketika memiliki kesempatan untuk
menentukan tempat tumbuh yang lebih hebat dianggap
kurang berani, hidupnya kurang menantang karena
kenyamanan yang diberikan jogja.

Nyatanya memilih tumbuh dan berkembang di jogja
adalah pengabaian atas keraguan seseorang ketika
bertanya kerja dimana.
Biar aku beritahu, orang yang berani memutuskan
untuk menempa diri dan hidupnya di Jogja adalah
orang dengan daya juang paling gila.
Jika beberapa orang kembali untuk mengenang nyamannya
buat mereka ini adalah track berbatu cadas di tiap harinya.
mereka yang tinggal disini harus berdamai dengan
lapangan kerja yang itu-itu saja, membiasakan diri
untuk tidak lemah.
Percayalah jogja yang di mata mu selalu terjangkau
tidak terasa sama untuk mereka yang tinggal disini.
Harga-harga yang semakin meroket, tempat nongkrong
yang semakin menjamur. ingin menyamai hingar-bingar
kota besar lainnya yang membuat gaya nongkrong berubah,
harga yang harus ditebus pun bertambah.

Membangun karir di Jogja itu rumit.
Memilih untuk mengikuti jenjang karir disini sama
saja membatasi kesempatan mu, dengan semua kenyamanannya
Jogja memberikan tantangan kepada siapa saja yang tinggal
didalamnya untuk menciptakan kesempatannya sendiri.
ya kalian tahu lah, tidak banyak perusahaan besar yang membuka
kantor pusat disini jadi kalau kamu bukan pemilik usaha maka
kamu hanya akan berkutat di lingkup yang itu-itu aja.
Dan percayalah tidak mudah datang ke kantor yang
berbentuk rumah kontrakan dan bertemu orang-orang
dengan kaos oblong yang setiap hari membahas rencana
dan anggaran.
Sepelenya bangun pagi di kota yang dulunya adalah tempat
bermalas malasan adalah suatu hal yang benar-benar menyebalkan.
Tapi mereka mana bisa berleha-leha karena segala tagihan di awal bulan
Selalu datang tepat waktu.
Jika ada pepatah cuma orang-orang tangguh yang bisa menang di Jakarta,
mereka yang memilih menggapai mimpi dari jogja sebenarnya punya mental lebih gila lagi.

Baca Juga  Jadi Kakak yang Baik

Jika ada yang harus disalahkan atas kemandegan
di hidup mu yang tinggal di jogja jelas itu bukan karena kenyamanan jogja.
Mental mu seharusnya yang perlu dipertanyakan.
Kamu yang terlalu malas berusaha.
Mudah dipatahkan oleh keterbatasan.
Malas bergerak padahal punya impian-impian besar.
Jogja, dengan sejuta anggapan orang atas “keselowannya”
sebenarnya punya tantangan rumit seperti labirin yang
tidak semua orang bisa memecahkannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *