Kutipan Buku Catatan Seorang Demonstran

  1. Seorang intelektual yang bebas adalah seorang pejuang yang sendirian, selalu.
    mula-mula, kau membantu menggulingkan suatu kekuasaan yang korup untuk menegakkan kekuasaan lain yang bersih. Tapi sesudah kekuasaan itu baru itu berkuasa, orang seperti kau akan terasing lagi dan akan terlempar keluar dari sistem kekuasaan. Ini akan terjadi terus-menerus. bersedialah menerima nasib ini, kalau kau mau bertahan menjadi seorang intelektual yang merdeka.
  2. Karena seberapa pun kuat kekuasaan orang masih tetap memiliki kemerdekaan untuk berkata ya atau tidak meskipun hanya dalam hati.
  3. Mereka bukan orang yang takjub melihat kaki langit baru, yang kagum kepada barat model Sutan Takdir Alisjahbana. mereka bukan “pemuda bambu runcing”. Mereka bukan generasi yang di didik dalam optimisme setelah penyerahan kedaulatan. Mereka adalah generasi yang di bius oleh semangat “progresif Revolusioner” model Soekarno. Tetapi terutama generasi inilah yang mengalami kehancuran cita-cita itu semua, demoralisasi dalam segala bidang, kehancuran kepercayaan kepada generasi-generasi yang terdahulu. Semua ini membuat aku cemas menghadapi masa depan. gairah, senang tapi di lain pihak putus asa, takut, cemas dan lain-lain.
  4. Aku bukan nasionalis, bukan katolik, bukan sosialis. aku bukan buddha, bukan protestan, bukan westernis, bukan komunis.aku bukan humanis, aku bukan semuanya mudah-mudahan ini yang disebut muslim.
  5. Yang tak tahan kritik boleh masuk keranjang sampah, guru bukan dewa dan selalu benar. dan murid bukan kerbau.
  6. Kita, generasi kita, ditugaskan untuk memberantas generasi tua yang mengacau.
  7. Generasi kita menjadi hakim atas mereka yg dituduh korupor-koruptor tua.
  8. Kitalah yang dijadikan generasi yang akan memakmurkan Indonesia.
  9.  Potonglah kaki dan tangan seorang lalu kau masukan di tempat 2×3 m dan berikan kebebasan padanya.
  10.  Spenger pernah berkata bahwa peradaban yang tak di dukung oleh kebudayaan pasti akan runtuh kebudayaan disini ialah perjuangan antara manusia melawan rintangannya termasuk alam, mereka sendiri & manusia lain.
  11. Seorang ahli yang baik tak mengarang begitu saja, kalau dia mau dibuang atau dia tambah.
  12. “There are men and women so lonely they believe, god too is lonely”. ada pria dan wanita yang merasa begitu kesepian sehingga mereka percaya Tuhan pun kesepian.
  13. “Be brave to to face the facts” berani lah menghadapi kenyataan.
  14. Bahagia lah orang yang masih mempunyai rasa cinta, yang belum sampai kehilangan benda yang paling berharga itu.
  15. “Stand like a hero, and die bravely ” berdiri bagai pahlawan dan mati dengan berani.
  16. “Don,t think you can frighten me by telling me that i am alone. france is alone and God is alone . . . the loneliness of god is his strength”
  17. Seorang pahlawan adalah dia yg mengundurkan diri untuk dilupakan seperti kita melupakan yang mati untuk revolusi.
  18. Makhluk kecil kembalilah, dari tiada ke tiada, berbahagialah dalam ketiadaan mu.
  19. Kalau aku harus menghadapi penjara karena keyakinan, ak pun tak terlalu berduka
  20. Penderitaan ku hanyalah sebagian kecil saja dari penderitaan berjuta-juta rakyat yang lain.
  21. Dalam penderitaan dan kesiapan seorang dapat menjadi kristen sejati.
  22. Aku ingin mahasiswa-mahasiswa ini menyadari bahwa mereka adalah “The Happy Selected few” yang dapat kuliah dan karena itu mereka harus menyadari dan melibatkan diri dalam perjuangan bangsanya.
  23. Lebih baik diasingkan daripada menyerah terhadap kemunafikan.
  24. Saya tidak mau jadi pohon bambu, saya mau jadi pohon oak yang berani menentang angin.
  25. Menghadapi kekejaman-kekejaman ini orang hanya punya 2 pilihan. menjadi apatis atau ikut arus.
  26. Seorang manusia dinilai oleh keterus-terangannya dan keberanian moralnya.
  27. Di Indonesia hanya ada dua pilihan. menjadi idealis atau apatis.
  28. Saya putuskan bahwa saya akan demonstrasi. karena mendiamkan kesalahan adalah kejahatan.
Baca Juga  Menghindari Tourist Trap Saat Jalan-jalan ke Luar Negeri

Dapatkan artikel menarik lainnya di KOPI LANGIT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *