Jalan Panjang Rinjani via Sembalun Lintas Torean

Jalan Panjang Rinjani via Sembalun – Torean.
Agustus 2015

A THREAD

Day 1
perjalanan dimulai dari jogja dengan bus menuju surabaya tiba di surabaya sekitar jam 20:00 di jemput di terminal, ngopi2 lalu menginap disalah satu rumah kawan.

Day 2
kami berangkat pagi sekali menuju bandara. pemilihan terbang dari surabaya adalah karena faktor biaya yang lebih murah. karena pesawat dari jogja-lombok pada waktu itu harganya berkisar 700k-900k
sedangkan pesawat dari surabaya-lombok 400k-600k ditambah bus jogja-surabaya tidak lebih dari 100k dan dari terminal Surabaya juga ada damri yang menuju bandara. jadi kalau dihitung2 masih lebih murah lewat Surabaya
setelah tiba di lombok perjalanan di lanjutkan dengan menggunakan bus damri dari bandara dengan biaya kurang lebih 30rb menuju selong untuk selanjutnya ke aikmel lalu ke desa sembalun.
tapi beruntungnya ketika kami berbelanja kebutuhan di selong kami bertemu salah seorang warga sembalun yang akan pulang jadi kami diboleh menumpang dengan membayar 50rb saja untuk 2 orang.
tiba di sembalun siang hari kami memilih menginap satu malam di sembalun untuk mengembalikan kondisi fisik.
di dekat pos perizinan pendakian cukup banyak di temukan penginapan dengan biaya kurang lebih 150k/malam kalau tidak salah waktu itu. kami pun memilih tidur disana agar bisa mendapat istirahat yang nyaman dan tidak perlu repot bongkar tenda keesokan harinya.

Day 3
Memulai pendakian pagi sekali.
Tipikal jalur Sembalun berupa savanna terbuka, sepanjang jalur tidak terlalu banyak tanjakan tapi tidak banyak pula tempat untuk berteduh jadi ya tetep ngos-ngosan namanya juga naik gunung.

jarak menuju pos 1 kurang lebih 2-3 jam kalau lewat jalur Bawak Nao naik mobil bak dari base camp. setelah tiba di pos 1 kami tidak lagi berdua karena bergabung dengan rombongan lain dari jogja juga berisi 3 orang bapak2 dan 1 orang pemuda dari mapala unram.
kami pun melanjutkan perjalanan menuju pos 2 yang tidak terlalu jauh dari pos 1 mungkin hanya sekitar satu jam perjalanan di pos 2 makan siang. sempat ngbrol2 dengan porter dan dapat info kalau di pos 3 tidak ada air.
aku pun memutuskan untuk camp saja di pos 2 walaupun waktu itu jam belum genap jam 3 sore.
awalnya sudah perpisahan dan janjian ketemu lagi di plawangan sama rombongan bapak2 dari jogja tadi tapi ntah karena keasikan ngobrol atau apa rombongan bapak2 itu pun akhirnya ikut camp di pos 2 bersama kami. malam itu tidur nyenyak dengan perut kenyang karena di pos 2 juga tidak terlalu dingin.

Day 4
bersiap melahap bukit penyesalan.
sekitar jam 9 mulai melanjutkan perjalanan menuju pos 3 yang terletak di atas sungai mati dengan waktu tempuh kurang lebih 2-3 jam dari pos 2.

Pagi hari di pos 2

dari pos 3 istirahat lalu di lanjut melahap tanjakan super panjang, dengan nama bukit penyesalan yang berisi deretan bukit tiada akhir yang terus menanjak. salah seorang teman ku sampai frustasi dan hampir menangis karena bukit ini, aku pun tak jauh beda kondisinya. Remuk.
tiba di plawangan menjelang sore pemandangannya super indah, terbalas tuntas semua penyikasaan setelah tiba di plawangan. selesai istirahat lalu mencari tempat untuk mendirikan kemah. di plawangan terdapat sumber air yang cukup besar bahkan ada kamar mandinya.

Baca Juga  Cerita Senja #3
Plawangan Sembalun

23:00 berangkat summit. persiapan makanan untuk dijalan, kompor dan p3k sudah di pack, kami pun berangkat memulai summit. berangkat hanya ber-5 karena satu teman dari unram menunggu tenda.

Day 5
Kembali tanpa puncak.
jalur pasir sedari awal memulai perjalanan benar2 menguras tenanga. lebih dari 9 jam berjalan dan tidak sampai juga akupun benar2 frustasi dan memutuskan menyerah di depan tanjakan terakhir berbentuk E.

dua teman sudah tiba dipuncak, 1 teman tertinggal di belakang dan 1 orang lagi yang bersama ku sedari jogja menagis karena aku tidak bisa melanjutkan perjalanan.
aku tahu yang dia rasakan, dia masih punya cukup tenanga untuk melanjutkan perjalanan tapi dia tidak bisa meninggalkan ku. tidak sampai di puncak bukanlah kegagalan, banyak yang kami pertimbangkan waktu itu dan akhirnya memutuskan untuk kembali.
Perjalan turun pun tidak mudah karena terik matahari yang benar2 menyengat diatas sana, tiba kembali ke plawangan sekitar jam 3 sore. setelah mengambil persediaan air, masak, makan langsung tidur sampai pagi.

Day 6
Menyapa segara anak.
Perjalanan turun menuju segara anak cukup jauh dan berbahaya karena jalurnya benar2 curam. bahkan beberapa hari sebelumnya juga dikabarkan ada seorang pendaki yang terpleset dijalur ini dan harus di evakuasi.
tiba di segara anak sekitar pukul 3, mendirikan tenda lalu memancing dan mandi air panas. Bapak2 dalam rombongan kami ternyata jago banget mancingnya, kami dapet 2 nesting penuh

Day 7
Turun lewat Torean.
Torean adalah nama salah satu tempat di Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara. Torean dikenal sebagai jalur tradisional masyarakat Lombok Utara untuk mencapai Danau Segara Anak Rinjani. Jalur ini juga sering dilewati oleh umat Hindu Lombok untuk melaksanakan upacara Mulang Pekelem di Danau Segara anak.

Bertemu bapak2 yang ngecamp sendirian disini (pake jaket kuning), katanya udah semingguan disana tiap hari makan telur yg direbus di air panas di dekat lokasi campnya.

lanjut jalan lagi sempat menyusuri sungai terus ketemu air terjun Penimbungan Setelah air terjun Penimbungan, kami memasuki vegetasi yang cukup rindang. sore hari kami berpisah dengan rombongan bapak2 dari jogja karena dengkul ku bermasalah dan pasti akan menghambat perjalanan.

Melanjutkan perjalan berdua saja di jalur yang benar2 sepi itu ngeri2 sedap hingga sampai dipercabangan jalur Torean dan Pegadungan dapet surat dari rombongan bapak2 dengan pesat untuk ambil jalur kiri dan ditunggu sampai jam 8 malam.
Kami pun melanjutkan perjalanan dengan terseok-seok sampai malam, tapi berhenti di batas hutan dan perkebunan warga karena suara anjing yang banyak sekali.

Day 8
kami ngecamp hanya beberapa kilometer saja dari perkampungan, tapi itu jadi pilihan yang tepat karena sepanjang perkebunan ternyata di jaga anjing dan jumlahnya tidak sedikit, aku tidak pernah membayangkan jika malem itu harus lewat sana semalam karena jalan siang aja mereka udah segalak itu. dan akhirnya kami turun dengan selamat tanpa terjadi suatu apapun, alhamdulilah.

catatan :
1. Jalur Torean bukan jalur resmi untuk pendakian meskipun sering dilalui oleh masyarakat Lombok Utara untuk memancing atau ritual keagamaan.
2. Jangan pernah lewat jalur ini tanpa porter atau guide yang berpengalaman, Di Jalur Torean terdapat beberapa percabangan yang bisa membuat pendaki tersesat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *