APA-APAAN NAIK GUNUNG NGGAK BAWA MIE INSTAN? 

Saat kita mendaki gunung, tentunya kita membutuhkan banyak kalori untuk dibakar menjadi energi. Beberapa artikel kesehatan menyebutkan, saat mendaki gunung kita membutuhkan rata-rata kalori 2500-3500 kkal perhari. Tentunya kebutuhan ini bervariasi tergantung berat badan, usia, keaktifan bergerak atau lama pendakian bahkan juga tergantung pada jenis kelamin. Perempuan membutuhkan lebih sedikit kalori dibandingkan laki-laki, karena jaringan lemak di bawah kulit perempuan yang bisa dibakar menjadi energi jauh lebih banyak.

Pasti banyak dari kita, para pendaki, yang lebih memilih membawa mie instan daripada makanan lain. Kenapa? Ya, Karena instan. Mudah didapat, ringan dibawa dan mudah dimasak, juga membuat kita merasa lebih kenyang. Memang benar, kalori yang dikandung dalam satu pack mie instan adalah sekitar 420 kkal. Untuk memenuhi kebutuhan kalori harian pendaki, hanya membutuhkan 5 sampai 6 bungkus mie instan. Padahal, jika kita hanya memakan mie instan selama pendakian justru sangat tidak efektif. Tapi saya tidak akan membahas panjang lebar soal ini. Mungkin di kesempatan yang lain.

Melalui artikel ini, saya ingin membagikan tips bagaimana mengatur logistik pendakian agar dapat memenuhi kebutuhan kalori harian selama mendaki dan juga dapat memenuhi makro dan mikro gizi yang kita butuhkan saat sedang mendaki dengan lebih mudah.

Makan di Penanggungan, 2017

Pertama, tentukan jam dan tempat makan.

Periksa rundown atau itinerary yang telah kita buat. Perkirakan pula tempat kita setiap kali jam makan. Misalnya, hari pertama sarapan di basecamp sebelum mulai pendakian. Makan siang masih di perjalanan. Makan malam sudah di camp pertama. Begitu seterusnya hingga diketahui waktu dan tempat kita akan makan. Ini bertujuan untuk menghemat waktu saat jam makan, kita tidak perlu lagi berpikir akan masak apa.

Baca Juga  Keindahan Danau Shikaribetsu di Jepang Saat Musim Dingin

Kedua, pilih menu sehat.

Tentukan menu yang akan dimasak setiap kali makan, berdasarkan waktu dan tempat. Misalnya, sarapan hari kedua masih di camp sebelum melanjutkan pendakian : nasi + tumis sayuran + jahe manis. Makan siang hari kedua, di tengah perjalanan : sandwich roti gandum isi telur atau salad sayur dengan olive oil. Ini untuk memenuhi kebutuhan kalori dan gizi kita selama pendakian serta memudahkan ketika belanja bahan makana dan packing.

Ketiga, mulai packing.

Berdasarkan langkah kedua, buatlah daftar belanjaan dan bagilah ke dalam satu wadah per-satu menu per-jam makan. Jangan lupa diberi catatan, ini untuk makan apa dan kapan. Kalau perlu sampai menu-menunya dicatat di setiap wadah. Lagi-lagi ini bertujuan untuk efektifitas waktu dan efisiensi bahan makanan. Agar ketika di hari terakhir, kita masih punya bahan makanan untuk dimasak. Kita tidak akan khawatir kehabisan logistik. Pasti kita sering mengalami hal ini, kan? Hayo, ngaku.

Supaya lebih mudah, saya berikan satu contoh meal plan saya selama pendakian semeru pada Agustus tahun lalu.

Contoh di atas belum termasuk cemilan seperti fruit bar, madu, coklat batang, air asam+gula jawa untuk menambah energi atau ketika lapr di jalan. Pada kesempatan yang lain, saya akan bahas kalori satu-persatu yang terkadung dalam bahan makanan di atas, ya.

Semoga membantu dan selamat mendaki. 🙂

@sitrasatu

One Comment on “APA-APAAN NAIK GUNUNG NGGAK BAWA MIE INSTAN? ”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *