Alternatif Pengganti Sedotan Plastik dan Staniless

Faktanya pada 2015 Indonesia menduduki posisi kedua dunia sebagai negeri penghasil sampah plastik ke laut dengan menyumbang hingga 1,29 juta metrik ton sampah plastik. Berdasarkan data dari Divers Clean Action, sampah sedotan memberikan kontribusi yang cukup signifikan dengan menyumbang sekitar 93.244.847 batang sedotan per hari. Lalu sedotan staniless yang jadi solusi saat ini nyatanya tidak ramah lingkungan karena dinilai boros energi.

hasil penelitian dari ENGR308 Technology and Environment and Humbolt State University, HSU Straw Analysis. Menyimpulkan bahwa material yang digunakan, diangkut, dan dibuang dari penggunaan satu sedotan plastik membutuhkan 23,7 kJ energi. Sebagai perbandingan, satu sedotan besi dalam pembuatannya menggunakan 2420 kJ energi. Sementara, satu sedotan kaca menggunakan 1074 kJ energi. Satu sedotan kertas menggunakan 16 kJ energi. Sedangkan sebuah sedotan bambu menghabiskan 756 kJ energi.

Nah untuk mengurangi energi yang melekat tersebut sedotan harus digunakan secara berulang-ulang dengan perhitungan untuk sedotan besi, harus digunakan kembali sebanyak 102 kali, sedotan kaca, harus digunakan kembali sebanyak 45 kali, dan sedotan bambu sebanyak 32 kali.

Kesimpulannya semakin sering digunakan, sedotan-sedotan non plastik akan memiliki dampak yang semakin besar. Tapi pasti ribet kan kalau harus mengingat-ingat sudah berapa kali kita menngunakan sebuah sedotan ?
Saran mimin sih selagi kamu tidak memiliki masalah gigi sensitif mending kalau pesen minum ya “di kokop sajalah” atau langsung minum dari gelasnya.

Baca Juga  Kemegahan Pagoda Tran Quoc di Vietnam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *